TMMD ke-111 Magetan Ubah Jalan Tikus Menjadi Jalan Produktif

Gonggang – Suasana sejuk dan asri begitu terasa saat kita memasuki desa itu. Ditambah dengan indahnya pemandangan alam yang ada di sana, membuat mata setiap orang seperti dimanjakan dan betah untuk berlama-lama menikmati ciptaan Sang Pencipta.

Itulah Desa Gonggang yang berada di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur yang terletak di kaki Gunung Lawu. Mempunyai luas wilayah kurang dari 5 ribu hektar dan jumlah penduduk lebih dari 5 ribu jiwa, masyarakat Desa Gonggang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani padi dan sayuran yang sudah terkenal dan banyak dikirim ke luar daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Saat ini, sebagian petani di sana selama puluhan tahun terus mengeluhkan kondisi jalan yang menuju area persawahan mereka. Selama itu pula, mereka terus bermimpi untuk mendapatkan akses jalan yang semakin baik guna membantu aktivitasnya sebagai petani.

Rofii (60) warga Desa Gonggang mengatakan, akses jalan yang berada tepat di tepi sawahnya itu juga berada di pinggir tebing dan strukturnya berupa tanah liat. Selama ini, akses jalan tersebut juga hanya bisa dilalui saat musim kemarau saja dan itu pun hanya kendaraan roda dua. “Karena jika musim hujan tiba, jalan menjadi becek dan berlumpur. Sehingga tidak dapat dilewati karena licin dan sangat berbahaya,” ujarnya saat ditemui di sawahnya beberapa hari yang lalu.

Bahkan diakuinya, jika musim panen tiba, dirinya bersama warga lainnya terkadang harus memikul hasil pertaniannya menuju akses jalan terdekat yang dapat dilalui oleh kendaraan yang jaraknya lumayan jauh.

Kades Gonggang, Agus Susanto juga membenarkan, jika selama ini warganya yang sawahnya berada di sekitar akses jalan tersebut merasa kesulitan. “Banyak di antara mereka yang terpaksa harus berjalan kaki,” katanya di Kantor Desa Gonggang, Jumat (2/7/2021).

Karena buruknya kondisi jalan dan fungsinya yang sebagai penguhubung antar dusun atau desa, masyarakat di sana juga sering menyebutnya sebagai jalan tikus.

Agus menilai, keberadaan jalan itu juga sangat penting bagi perekonomian masyarakat, karena jalan yang mempunyai lebar sekitar 4 meter itu juga menjadi penghubung Dusun Templek dan Dusun Biting di desanya, serta akses terdekat menuju Desa Puhpelem, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri di Jawa Tengah.

Diungkapkannya, buruknya akses jalan terkadang membuat masyarakat di dua dusun tersebut harus menempuh jalur lain yang jaraknya cukup jauh untuk sekedar saling bersilaturahmi atau beraktivitas lainnya.

Melihat kondisi itulah, Danrem 081/DSJ, Kolonel Inf Waris Ari Nugroho menegaskan bahwa, TMMD ke-111 Magetan berupaya hadir untuk membantu dan menjawab kesulitan masyarakat Desa Gonggang, serta mewujudkan mimpi mereka selama ini.

Kini dalam TMMD ke-111, akses jalan yang sepanjang 1.550 meter itu telah dilaksanakan upaya perbaikan dengan dilakukan pengecoran oleh para Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD yang saling bergotong-royong dan bahu-membahu bersama masyarakat.

Danrem berharap, dengan kondisi jalan yang semakin baik setelah dilakukan pengecoran, nantinya akan dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

“Jadi bisa dikatakan, melalui perbaikan akses jalan yang dilakukan, TMMD ke-111 juga berupaya merubah jalan tikus menjadi jalan produktif untuk membantu masyarakat,” jelasnya saat meninjau pengecoran jalan di Desa Gonggang, Senin (5/7/2021).

Sementara itu, Bupati Magetan, Suprawoto berterima kasih atas upaya pengecoran jalan yang dilakukan. “Terima kasih jajaran TNI, terima kasih Satgas TMMD,” katanya saat mendampingi Danrem.

Senada dengan Danrem, Bupati juga optimis berkat adanya perbaikan akses jalan yang dilakukan, masyarakat Desa Gonggang khususnya akan semakin sejahtera.

Untuk itu dia ingin, agar berbagai pencapaian yang telah dilaksanakan dalam TMMD ke-111, nantinya dapat terus dipelihara agar usia pakainya dapat lebih lama dan semakin bermanfaat. 

Bukan hanya melalui perbaikan akses jalan saja, namun dalam upayanya membantu para petani Desa Gonggang, TMMD ke-111 juga turut memberikan penyuluhan tentang pertanian yang menghadirkan narasumber dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan Magetan, serta penyuluhan tentang marketing hasil-hasil pertanian dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Magetan. (artikel oleh Times Indonesia – https://www.timesindonesia.co.id/read/news/356821/tmmd-ke111-magetan-ubah-jalan-tikus-menjadi-jalan-produktif)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *